Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 November 2015

JODOH ???

Uuuu.... Jodoh, berat ya. Tapi gara-gara galau mendadak, jadi pengen bahas soal jodoh deh. Memang lah ya kalau ngomongin soal jodoh itu gak akan ada abisnya.  Cerita semalam suntuk juga bakalan masih ada lanjutanya.

Jodoh, apa sih sebenarnya? Menurut pemahaman saya sih jodoh itu sesuatu yang dipertemukan. Misalkan, sekarang saya bersama dua sahabat mengelola sebuah komunitas. Naah itu berarti saya berjodoh dengan kedua sahabat saya itu. Atau, tiba-tiba saya pengen makan batagor eehh gak lama abang batagor lewat. Naahh saya berjodoh sama abang batagor *eh. Bukaaann maksudnya keinginan saya berjodoh sama si batagor. hehehe...

Saya sekarang diusia yang mungkin dimasyarakat dianggap sudah cukup matang untuk menikah, tapi faktanya masih single. Ga laku? iihh jahat, jangan bilang gak laku donk. Kaya dagangan aja jatohnya. Terlalu pilih-pilih? Terlalu pilih sih enggak, cuma berhati-hati aja mungkin. Kalau milih, ya jelas lah milih. Tapi milih yang gimana dulu nih. Kalau udah nyangkut konteks milih itu pasti bayangannya, yang cakep, kaya, putih, tinggi, punya kerjaan tetap, etc. Enggak loh, kalau saya pribadi memilih bukan seperti itu. Sesungguhnya saya tidak punya kriteria khusus dalam mencari jodoh. Tapi poin utamanya agama. Harus ganteng? Umm enggak lah, karena yang ganteng doank bakalan kalah sama yang berani naik genteng hehehe loh apa hubungannya? iya lah ada. Kalau yang ganteng gak berani naik genteng ntar kalau udah nikah genteng bocor mau nyuruh siapa buat benerin? Percuma kan, hehehe

Harus punya ijazah? Pada akhirnya yang cuma punya ijazah bakalan kalah sama yang berani ucap ijab sah #tsaaaaahhhh. Cakep, putih, tinggi? hmmm apalagi ini. Yang cakep, putih, tinggi bakalan kalah sama yang rajin ngaji *uhuk. Harus punya kerjaan tetap? aduhh materialistis sekali saya kalau mengkriteriakan kek gini. Tapi juga nikah gak bisa cuman makan cinta. Gak harus punya kerjaan tetap, tapi yang pasti harus tetap mau bekerja #asseeekkk. Terus apalagi? Yak, yang lainnya silakan terusin sendiri ya hehehe... 

Kenapa tiba-tiba ngomongin jodoh sih wi? Hmm.. mau jawaban jujur apa boleh bo'ong? Ummm gini, cuman mau bilang kalau sejak sekitar satu tahun yang lalu saya tertarik pada seorang pria. Salah? Enggak donk ya,manusiawi lah.. Saya juga manusia biasa kok, normal, wajar memiliki ketertarikan terhadap lawan jenis. Hanya saja kaya gak bisa sampaikan langsung ke yang bersangkutan. Kenapa gak nembak aja? Betah amat satu taun nyimpen sendiri. Hmm sejak satu taun yang lalu, saya sudah tidak memilih jalur pacaran untuk menginterpretasikan rasa cinta. Karena saya sadar di agama saya hal itu dilarang. Karena pacaran adalah salah satu bentuk maaf, zina.Dalam agama saya, mendekati zina saja sudah dilarang, apalagi kalau sampe begitu. Hayooo nyang masi pacaran, heheh... Salah gak sih? Umm setau saya dalam agama seperti itu, tapi bukan kapasitas saya juga untuk menghakimi kamu, kalian, mereka. Hanya bisa mendoakan.. Ups, gak pengen bahas itunya...

Kenapa saya lebih memilih menyimpan? Sebenarnya gak nyimpan juga sih, karena Allah Maha Mengetahui. Dan pria ini juga bukan tipe pria yang suka berpacaran, alhamdulillah ya. Kenapa gak melamar? Siti Khadijah juga duluan melamar Rasulullah. Hahahha aduh terlalu ekstrim kayanya, saya belum berani untuk begitu. Minder? iya juga sih. Karena saya yakin saya tidak sesempurna beliau yang taat. Saya masih belajar, memperbaiki diri, memantaskan untuk siapa saja yang nanti Allah tunjuk untuk mengimami. Hanya itu yang bisa saya lakukan.

Kalau beliau baca tulisan saya, mudah-mudahan beliau mengerti. Dan semoga Allah mengarahkan kami berdua ke arah yang berlawanan dan dijalur yang sama. Aamiin.. ini minta didoain ceritanya. heheheh... Ana pengen ngajak antum bikin buku best seller. Pengen ngajak meraih ridho Allah sama-sama. Aiiihhhh.... yang nulis malu-malu badak, mesam-mesem. Yang baca gimana? Intinya, mohon doanya ya. Semoga Allah mudahkan saya dan nya. Eh, 'nya' itu siapa? hehehe.. Siapa saja yang Allah tunjuk untuk saya. 

ini nih buku best seller

Sabtu, 26 September 2015

HIJABKU

Kalau ngomongin soal hijab sih setiap orang pasti punya pemahaman, penafsiran dan pengaplikasian yang berbeda-beda. Memahami begini kemudian ditafsirkan begitu sedemikian rupa sehingga hasil akhirnya adalah halaaahh opo iki.. Baiklah kita tinggalkan bagian yang gak gitu penting ini.

Hijab, mendengar kata ini saya jadi teringat kembali kalau orang Jawa bilang sih flashback ya. Saya teringat kembali proses perjalanan hijab saya selama 13 tahun ini. Wiihh...lama juga ya ternyata. Baru nyadar kaya digaplok pake kalkulator barusan.

Cerita berawal ditahun 2002. Once upon a time there lives a daughter..eehh udah kaya dongeng cinderella. Bukan..bukaaann.. Oke, mulai ya. Waktu itu setelah lulus SMP saya masuk ke salah satu sekolah negeri favorit di kota saya. Saya masuk ke SMA percontohan model Islami. Hmmm.. udah kebayang kan ya? Yang tadinya di SMP penampilan cenderung biasa-biasa aja kadang-kadang juga urakan (tapi jangan bayangin saya bergaya anak funk loohh) dengan rok pendek, tiba-tiba di SMA harus berpenampilan rapi berkerudung pula.

Sejak itu penampilan pun berubah, tapi sayangnya cuma sekedar pemenuhan kewajiban terhadap peraturan sekolah. Di luar itu bisa tebak sendiri dong. Betul, selepas sekolah kerudung melayang. Kesadaran untuk menutup aurat belum ada. Yak, saya termasuk anak-anak labil jaman itu hihihi...
Meskipun begitu ketika memasuki masa-masa kuliah saya tetap memakai kerudung loh ( wiihh sombong wiii...) karena sudah mulai timbul rasa malu. Padahal gak sedikit teman-teman yang selepas SMA lepas juga kerudungnya. Hijab saya masih seadanya dan sesukanya, jeans ketat, kemeja ngepas body, kerudung pendek. Apa tuh namanya? jilboobs kali ya. Karena dikampus gak ada seragam, jadi gaya berpakaian cenderung lebih bebas dan jeans ketat menjadi primadona kala itu.

Tapi ada hal yang cukup bikin geli juga. Beberapa dosen gak memperbolehkan mahasiswa memakai jeans pada jam perkuliahan. Oke fine, saya ngalah dulu pake rok deh. Sudah ada kemajuan yaa.. Eits jangan senang dulu,, diluar mata kuliah dosen tadi saya tetap pake jeans ketat ( omaigaaatt dwiii...paraahh )

Belum selesai sampai disitu, masuk dunia kerja oohh...ternyata performance pun dituntut lebih. Lebih-lebih saya yang waktu itu ada di posisi frontliner. Berpenampilan semenarik mungkin sudah menjadi keharusan, tapi tetap harus sopan. Ini dulu style saya



Jalan 4 tahun masa kerja saya pelan-pelan merubah penampilan lagi. Ya bisa dibilang ke arah yang lebih baik. Alhamdulillah ya... Kenapa? Sederhana saja, ada banyak peristiwa berharga yang sudah berhasil saya lewati dan baru menyadari betapa Allah sangat murah hati. Saya mulai meninggalkan jeans ketat, kerudung pendek dan pakaian-pakaian yang dianggap kurang sopan. Rok kembali menjadi pilihan saya dan alhamdulillah mulai memanjangkan kerudung, yeeyyy mulai insaf..

Oiya ada satu hari, rekan kerja saya (laki-laki) pernah nyeletuk, "Wii, putihnya kakimu. Kaki aja putih apalagi yang lain ya." Ya Allah, saya malunya gak ketulungan. Kaki yang terlihat saja sudah memancing laki-laki untuk berpikiran macam-macam, apalagi yang lain. Sejak kejadian hari itu saya kapok dan berniat gak mau lagi melepas kaos kaki kecuali dirumah.

Tahun 2015 mulai ada keinginan untuk lebih taat lagi. Saya mulai memanjangkan kerudung lebih panjang dari sebelumnya dan belajar memakai dress panjang, gamis, atau pakaian longgar lainnya. Dibully? Pastinya iya.. Beberapa teman kantor dengan nada candaannya mengatakan kalau kerudung saya sudah seperti kelambu, gorden, seprei, dan lain-lain. Saya cuma bisa tersenyum, whatever lah yaa peduli amat saya. Saya pikir hijrah itu harus total, biar gak ada celah bagi syaitan untuk menggoda lagi. Saya ingat kalimat bunda Asma Nadia, "Jika muncul niat untuk melakukan lagi 1 ketaatan padaNya jangan tunda, karena belum tentu ada hari esok." Saya memerlukan komunitas atau lingkungan yang bisa support saya dengan perubahan ini. Jadilah saya resign dari kantor beberapa waktu lalu. Pada akhirnya saya merasa lebih nyaman dan aman seperti sekarang ini. 


Kendalanya cuma satu sih buat saya yang seorang biker, suka kesrimpet-srimpet.hehehe... Semoga Allah memudahkan rezeki untuk punya roda 4 biar gak kesrimpet-srimpet lagi deh. Aamiin... Bantu doa ya semoga saya istiqomah dan terus belajar hakikat hijab yang sesungguhnya.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway #HijabNyamandiHati di 




Rabu, 09 September 2015

HIJRAHKU

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatu
Kenalkan namaku Dwi, sapa saja begitu. Aku tinggal di Banjarbaru. Aku dilahirkan dan dibesarkan di keluarga yang sangat sederhana, biasa-biasa saja . Bapak seorang purnawirawan  PNS golongan II di TNI AD dan mama sebagai ibu rumah tangga saja. Aku hanya memiliki 1 saudara perempuan yang usianya 8 tahun lebih tua dariku.

Kamis, 17 Juli 2014

Romantic month is Ramadhan

Assalamualaikum Wr. Wb.
Semoga kita semua dirahmati oleh Allah


Taraaaa... ini sudah lebih dari setengah perjalanan bulan Ramadhan yang artinya tidak lama lagi Ramadhan akan berlalu. Sedih yaa... Ramadhan adalah bulan paling romantis diantara bulan-bulan yang lain. Kenapa? coba ditilik sebentar. Hanya dibulan Ramadhan ada yang namanya shalat tarawih. Lihat saja, semua orang beramai-ramai, kakak-adik, suami-istri, anak-orang tua saling menunggu untuk berangkat bersama-sama menuju tempat-tempat ibadah. Romantis kan? Bisa kita temukan dibulan lain? Enggak kan? heheheh....

Sedih sekali suasana seperti ini akan segera berlalu, semoga kita tidak melewatkan Ramadhan ini dengan sia-sia yaa. Bulan Ramadhan ini bulannya Allah, puasa yang kita lakukan itu untuk Allah. Bulan dimana semua kebaikan yang kita kerjakan menjadi berlipat-lipat pahalanya.

Sayangnya, tidak semua dari kita mengerti. Meskipun Ramadhan, tetep aja membicarakan kejelekan orang yang lainnya. Masih saja suka berburuk sangka. Berbuka dengan makanan yang berlebihan, kesannya seperti balas dendam karena seharian tidak makan dan minum. Padahal hakikat ta'jil itu adalah sederhana menurut Rasulullah :)  Duuhh, jadi poin puasanya hanya menahan lapar dan dahaga saja sayang sekali. Justru tidak mengisinya dengan sebaik-baik ibadah yang bisa kita lakukan. Padahal di negeri kita tercinta ini, kita masih sangat aman dan nyaman melakukan ibadah sepuasnya. Cobalah bandingkan dengan kondisi saudara-saudara muslim kita di Palestina saat ini. Memprihatinkan... :(

Well, apapun itu kita masing-masing berhak menentukan ingin memilih jalan yang mana dan cara apa untuk meraih ridhoNya, mencapai surgaNya.


Semoga Allah mempertemukan kita semua kembali ke Ramadhan berikutnya, Aamiin Allahuma Aamiin

Kamis, 24 April 2014

Jangan Sepelekan Niat

Assalamualaikum
Selamat malam...

Hari ini hari yang luar biasa, khususnya buat saya pribadi. Spiritual sayapun terketuk untuk men-share-nya disini. Tapi pertama-tama mungkin netralkan pikiran dulu ya, agar apa yang saya ceritakan tidak salah diterimanya.

Bismilah,
Tadi pagi, saya chatting dengan salah seorang teman (di jam kerja, upsss maaf.. jangan ditiru ya) Beliau bertanya pada saya apakah dalam shalat Dhuha itu harus pake surat Addhuha? Saya jawab tidak selalu, boleh di rakaat pertama surat Al-Kafirun kemudian dirakaat kedua baca surat Al-Ikhlas. Kemudian dengan gamblangnya beliau menceritakan soal keinginannya untuk melakukan shalat Dhuha, biar rezekinya lebih berkah katanya. Subhanallah, saya terharu sekali. Saya takjub, memuji kebesaran Allah dalam hati. Begitu  banyak cara Allah menurunkan hidayah pada umatNya.

Cerita tak putus sampai disitu. Siangnya, beliau bbm saya lagi. Dengan bahagianya beliau sampaikan pada saya, bahwa baru saja dapat rezeki yang tak terduga. Ada orang yang tak dikenal tiba-tiba datang ke kantornya, minta dibuatkan kontrak kerja sama  dengan perusahaan tempat beliau bekerja ini. Tanpa berlama-lama si tamu langsung melakukan transaksi. Subhanallaaaaaahhhhh... dan tidak hanya itu, setelah selesai bertransaksi tiba-tiba si tamu mendekati beliau, dan memberikan sejumlah uang yang lumayan. Alhamdulillah, Allah benar-benar Maha Kaya ucap beliau. Dari sini, beliau semakin kuat niatnya untuk memperbaiki kualitas iman.

Waauww, ini benar-benar menggugah iman saya untuk memperbaiki niat. Betapa niat itu penting sekali. sekecil apapun niat, kalau itu untuk kebaikan belum melakukan kebaikan saja kita sudah diganjar dengan kebaikan pula. Beda dengan kejahatan, tidak akan dicatat sebagai kejahatan sampai kita melakukan kejahatan itu. Kira-kira lebih mudah yang mana ya? Lebih suka berniat baik? Ayo donk perbaiki niat. Karena segala sesuatu tergantung dari niatnya, Innama a'malu binniat :)

Jadi jangan sepelekan kekuatan dari niat itu sendiri, pondasi yang kuat akan mampu menopang beban berat diatasnya mungkin seperti itu analoginya.

Kadang kita menemui orang-orang yang maaf, mempublikasikan ibadah di social media. Pernah ketemu dengan orang-orang seperti itu kan? Saya pun begitu, iya serius. Niatnya hanya ingin menyampaikan kebaikan, karena cara Allah menurunkan hidayah itu bermacam-macam. Bisa lewat orang lain. Hanya ingin menginspirasi banyak orang untuk berbuat baik, tapi mungkin caranya kurang pas atau dianggap kurang beretika ya. Semua orang menjudge bahwa itu riya, itu pamer. Heiiyyy,... stoppp!!!! kita bisa liat jelas wajah  seseorang tapi kita tidak tau apa isi hati dan otaknya. Kita tidak tau pasti apa motif di belakangnya kan? :) Tapi dengan begitu gampang kita menghakimi orang itu. Mungkin ini berkaitan dengan tulisan saya sebelumnya. Lebih mudah mengkritisi kejelekan orang ketimbang menebar kebaikan. Kita sibuk mengadili, mengkomenteri orang lain. Tapi kita lupa dengan aib diri sendiri.

Taukah kita bahwa dia sudah selangkah lebih baik? apapun itu niat awalnya.. Saya hanya ingin mengatakan bahwa, siapapun Anda diluar sana yang saat ini sedang belajar memperbaiki diri, memperbaiki hubungan dengan Allah, pastikan niat itu kuat. Karena mengistiqomahkan niat itu jauh lebih sulit ketimbang menciptakannya. Ujiannya mungkin tidak datang dari diri kita, tapi bisa jadi orang lain bahkan orang terdekat sekalipun. Tidak perlu risau dengan penilaian mereka, karena Allah lebih tau apa yang ada dalam hatimu. Yang perlu kita lakukan adalah teruslah berjalan sesuai trackNya, maka kita akan menemukan petunjukNya sampai pada tujuannya nanti.

Semoga pengalaman sahabat saya ini bisa menginspirasi banyak orang diluar sana.
Duuhh... mata saya sudah berair, lupa pakai kacamata hehehe...
Gutten nacht, Wassalam


Senin, 21 April 2014

First post after the dead

Assalamualaikum,
sobahul khair,
selamat pagi......


Setelah bertahun-tahun ga ngeblog, sampe blognya lumutan akhirnya saya sentuh lagi. Makanya saya kasih tittle "First post after the dead" hihihi... Agak horor ya, tapi ga papa lah.. yang jelas I'm come back ke dunia blogger. Sebenarnya menulis ga bisa dipisahkan dari hidup kita secara tidak disadari, saya khususnya. Saya mungkin termasuk salah satu penikmat tulisan. Penikmat sekaligus pelaku mungkin lebih tepatnya.

Oiya, kira-kira setelah bertahun-tahun absen dari blog ini kenapa saya putuskan untuk balik lagi ya? Ada banyak hal yang sudah dilewati dan terlewatkan. jadi saya kembali kesini untuk mengenang special thing in my life. Kalau versinya instagram sih ini katanya #latepost heheheh... Eh, apa tuh instagram? Dulu waktu saya buat blog ini masih jamannya friendster kalau ga salah. Tuh kan jaman aja udah berubah jauh banget. Apa lagi saya? heheh...

                                                                nah it's me guys

Eh dimana tuh? Ko tulisan dibelakang, ditugu itu mirip aksara jawa? Yes, that's right... Tapi saya bukan lagi di Jawa, ditempat syutingnya "Brama Kumbara" bukaaaannn... Nah ini termasuk special thing yang mau saya share :) Ups maaf, ga bermaksud buat pamerin, cuma pengen sharing happy-nya. Don't judge the book by its cover yaaa hehehe...

Okey, ga panjang-panjang cerita disini. Tulisan ini cuma buat mukaddimah atau pembukaan saja. Next lanjut ke tulisan berikutnya yaa...

See you.. wait for me. Beberapa saat